Kepala BPIP Absen Rapat Bareng DPR Bahas Kontroversi Paskibraka
Kepala BPIP mendadak meminta DPR untuk menunda rapat yang membahas kontroversi Paskibraka Halaman all
(Kompas.com) 26/08/24 14:00 62169
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyayangkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi absen dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR untuk membahas kontroversi yang muncul soal Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara 17 Agustus 2024 lalu.
Doli menyebutkan, Yudian mendadak meminta supaya agenda rapat tersebut ditunda. Doli menduga Yudian belum siap untuk mengklarifikasi masalah Paskibraka upacara 17 Agustus lalu yang sempat membaut publik gaduh itu.
"Barusan tiba-tiba yang bersangkutan meminta supaya ditunda. Saya enggak tahu kenapa, mungkin belum siap kali untuk memberikan klarifikasi," kata Doli di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024).
Doli menuturkan, Komisi II DPR RI banyak menerima surat tanggapan dari masyarakat soal kontroversi terkait Paskibraka upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Oleh sebab itu, Komisi II DPR sepakat memanggil kepala BPIP untuk menerima klarifikasi.
Terlebih, menurut Doli, BPIP sudah membuat banyak kontroversi di luar masalah Paskibraka.
"Ini sudah sekian berapa kali. Dan menurut kami sudah yang keempat kali pernyataan kontroversi sebagai Kepala BPIP. Jadi kami sepakat di komisi II ingin mengundang Kepala BPIP meminta penjelasan," kata Doli.
Politikus Partai Golkar ini pun meminta Yudian untuk hati-hati dalam berbicara dan bersikap menyusul banyaknya kontroversi yang terjadi.
"Saudara sudah ditunjuk diberi amanah sebagai Kepala Badan Ideologi Pancasila, jadi harus menjadi manusia pancasilais. Harusnya di republik ini yang paling manusia pancasilais kepala BPIP, bukan sebaliknya. Jadi hati-hati dalam berbicara, hati-hati dalam bersikap," ujar dia.
Sebelumnya, BPIP disorot karena melarang anggota Paskibraka memakai jilbab ketika pengukuhan sebelum upacara 17 Agustus 2024. Larangan tidak tertulis ini lantas viral dan dipersoalkan publik.
Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) menyayangkan adanya 18 calon paskibraka putri tingkat nasional yang lepas jilbab saat pengukuhan di IKN pada Selasa kemarin.
Ketua Umum (Ketum) PPI Gousta Feriza meminta BPIP selaku pengelola dan penanggung jawab program Paskibraka memberikan klarifikasi.
"Tentunya BPIP selaku Pengelola dan Penanggung Jawab Program Paskibraka bersedia mengevaluasi semua kebijakan dan keputusan-keputusannya yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila," kata Gousta.
Menurut Gousta, kejadian ini sudah menimbulkan gejolak di berbagai daerah. Oleh karenanya, PPI Pusat memberikan sikap menolak tegas kebijakan yang melarang Paskibraka putri mengenakan jilbab.
Belakangan, Yudian Wahyudi meminta maaf soal adanya peristiwa tersebut.
Yudian juga mengapresiasi seluruh atensi masyarakat soal pemberitaan tentang jilbab tersebut.
"BPIP menyampaikan terima kasih atas peran media memberitakan Paskibraka selama ini. BPIP juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas pemberitaan yang berkembang. BPIP mengapresiasi seluruh aspirasi masyarakat yang berkembang tersebut," ujar Yudian.