Israel-Hamas Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata, Para Sandera dan Tahanan Terancam Batal Pulang - Kompas.com
Ribuan warga Palestina terancam gagal dibebaskan setelah Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 26/01/25 16:30 61485
KOMPAS.com - Israel dan Hamas saling menuduh gagal menepati perjanjian gencatan senjata yang dimulai pada Minggu (19/1/2025).
Diberitakan dari BBC, perselisihan itu terjadi pada Sabtu (25/1/2025), ketika ribuan warga Palestina dicegah di Koridor Netzarim saat hendak kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza utara.
Pemerintah Israel memblokir jalan utama dan menuduh Hamas melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata.
Sebelumnya, Hamas telah membebaskan empat tentara perempuan Israel, sedangkan Israel membebaskan 200 tahanan Palestina.
Namun, Pemerintah Israel melarang warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka sampai Hamas membebaskan warga sipil Israel, Arbel Yehud.
Arbel Yehud adalah warga sipil Israel yang berusia 29 tahun. Dia seharusnya dibebaskan pada Sabtu (25/1/2025). Namun, namanya tidak termasuk di antara empat tentara perempuan yang dibebaskan Hamas.
Menurut catatan CNN, Yehud tidak ditahan oleh Hamas. Seorang sumber senior dalam gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), kelompok lain di Jalur Gaza mengatakan, mereka telah menahan Yehud hingga Israel menyepakati ketentuan pertukaran sandera-tahanan.
Selain itu, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga mengatakan, Hamas belum memberikan daftar rincian semua status sandera.
“Selama pelaksanaan pertukaran tahap kedua kemarin, Hamas melakukan dua pelanggaran. Arbel Yehud, seorang sandera sipil yang dijadwalkan untuk dibebaskan pada hari Sabtu, belum dibebaskan, dan daftar terperinci dari semua status sandera belum diberikan,” bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dikutip dari AFP.
Situasi saat Israel larang warga Palestina pulang, ada tembakan
Malam hari saat warga Palestina dilarang melewati Koridor Netzarim oleh tentara Israel, terdengar suara tembakan keras.
Saat itu, massa sedang berkumpul di sepanjang jalan al-Rashid di Gaza tengah untuk pulang ke rumah mereka. Namun, gelegar tembakan tiba-tiba terdengar.
Menurut kantor berita Reuters, mengutip Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas dan media Palestina, melaporkan tembakan itu menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka
Empat tembakan juga terdengar seperti dalam sebuah video yang beredar di internet. BBC Verify telah mengonfirmasi lokasi rekaman tersebut, tetapi belum memverifikasi laporan korban secara independen.
Salah satu sandera yang batal pulang adalah Muhammad Emad Al-Din. Dia bersama dengan ribuan tahanan lain tengah menunggu untuk pulang ke Gaza utara.
"Saya tahu rumah saya mungkin hancur, tetapi saya akan mendirikan tenda di atas reruntuhannya. Saya hanya ingin kembali," kata dia.
#hamas #israel #gencatan-senjata #hamas-langgar-gencatan-senjata #israel-langgar-gencatan-senjata