Israel akan Bebaskan 200 Warga Palestina dengan Imbalan 4 Tentara Wanita Israel yang Ditawan Hamas
Israel diperkirakan membebaskan 200 tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup dan hukuman jangka panjang, dengan imbalan empat tentara... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 21/01/25 19:01 57038
TEL AVIV - Israel diperkirakan membebaskan 200 tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup dan hukuman jangka panjang, dengan imbalan empat tentara wanita Israel, yang akan dibebaskan Minggu depan.Kabar itu diungkap seorang pejabat Hamas pada Senin (20/1/2025), Anadolu Agency melaporkan.
Pernyataan itu dibuat Nader Fakhouri, pejabat media yang bertanggung jawab atas Kantor Martir, Terluka, dan Tahanan Hamas, dan dirilis Kantor Media Tahanan yang berafiliasi dengan Hamas.
Fakhouri menjelaskan, "Bagian kedua dari fase pertama perjanjian faksi Perlawanan Palestina dengan Pendudukan Israel akan dimulai pada Sabtu, 25 Januari."
"Pada hari Sabtu, Perlawanan akan mengumumkan nama-nama tahanan Israel yang akan dibebaskan, dan sebagai imbalannya, Pendudukan (Israel) akan memberikan daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan," ujar dia.
Menurut Fakhouri, ?Berdasarkan kedua daftar ini, pelaksanaan sebenarnya akan berlangsung pada hari Minggu, 26 Januari, dengan pembebasan tahanan Palestina dan penyerahan tahanan Israel.?
?Perjanjian tersebut menetapkan setiap prajurit wanita Israel setara dengan 30 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan 20 tahanan dengan hukuman berat,? ungkap dia.
Dia menjelaskan jika jumlah prajurit wanita Israel lebih sedikit, jumlah tahanan Palestina yang dibebaskan juga akan berkurang, dan mengenai deportasi, dia menyatakan Mesir akan menjadi salah satu tujuan pada tahap ini.
Pada hari Minggu pagi, perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku, dan tahap pertama akan berlangsung selama 42 hari, di mana negosiasi akan berlangsung untuk tahap kedua dan ketiga, yang dimediasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan perjanjian tersebut, Hamas membebaskan tiga wanita Israel dengan imbalan 90 tahanan Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
Secara keseluruhan, Israel saat ini menahan lebih dari 10.300 tahanan Palestina, sementara sekitar 96 tahanan Israel ditahan di Gaza, dengan Hamas melaporkan puluhan dari mereka tewas dalam serangan udara Israel yang membabi buta.
Hampir 47.000 warga Palestina telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 110.700 lainnya terluka dalam perang genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan setempat.
Perang Israel telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan yang meluas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak dalam salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada bulan November untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.
(sya)
#israel #hamas #gencatan-senjata #pertukaran-tahanan #kejahatan-perang-israel