Kerusuhan di Mozambik, 1.534 Tahanan Kabur dari Penjara
Kaburnya ribuan napi terjadi pada hari ketiga kerusuhan Mozambik, bermula dari kontroversi pemilu yang dimenangi Partai Frelimo. Halaman all
(Kompas.com) 26/12/24 09:04 36951
MAPUTO, KOMPAS.com - Kerusuhan Mozambik berujung kaburnya 1.534 tahanan dari penjara dekat Ibu Kota Maputo pada Rabu (25/12/2024).
Peristiwa itu terjadi pada hari ketiga kericuhan, bermula dari kontroversi pemilu yang dimenangi Partai Frelimo.
Ribuan tahanan itu kabur dari penjara berkeamanan tinggi, berlokasi sekitar 15 kilometer dari ibu kota, kata kepala polisi nasional Bernardino Rafael, dikutip dari kantor berita AFP.
Dari para tahanan yang mencoba melarikan diri, 33 orang tewas dan 15 terluka dalam bentrokan dengan staf penjara.
Operasi pencarian yang dibantu tentara berujung penangkapan sekitar 150 buron.
Sekitar 30 tahanan terkait dengan kelompok bersenjata yang mendalangi kerusuhan dan serangan di Provinsi Cabo Delgado tujuh tahun terakhir.
"Kami sangat prihatin dengan situasi ini," kata Rafael, dikutip dari kantor berita AFP.
Pengadilan tertinggi di negara Afrika berbahasa Portugis itu pada Senin (23/12/2024) mengonfirmasi, Frelimo—yang berkuasa sejak 1975—memenangi pemilihan presiden 9 Oktober, memicu kerusuhan selama berminggu-minggu.
Sekelompok pengunjuk rasa kemudian mendekati lembaga pemasyarakatan pada Rabu, disusul kerusuhan di dalam penjara. Para napi merobohkan tembok dan menjadi jalan keluar mereka.
Barikade masih didirikan di beberapa wilayah ibu kota untuk membatasi pergerakan, sedangkan aksi vandalisme terus berlanjut.
Selain toko-toko dan gedung-gedung publik yang dijarah, ambulans dibakar bersama toko obat dan pertokoan lainnya, menurut koresponden AFP.
- Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...
- Jumlah Korban Tewas Topan Freddy di Malawi dan Mozambik Naik Jadi 210 Orang
Beberapa demonstran juga mendirikan meja-meja di jalanan sambil merayakan Natal bersama keluarga atau tetangga, menurut pantauan jurnalis AFP di beberapa distrik kelas pekerja di Maputo.
Otoritas Mozambik mengesahkan hasil pemilu meski banyak pengamat mengeklaim adanya kecurangan
Pemimpin Frelimo, Daniel Chapo, memperoleh 65,17 persen suara, sekitar lima poin lebih sedikit dari hasil awal yang diumumkan oleh komisi pemilihan umum.
Penantang utama Chapo, yaitu pemimpin oposisi yang diasingkan Venancio Mondlane, mengeklaim pemilihan itu dicurangi.
Kerusuhan Mozambik sejauh ini menewaskan sedikitnya 150 orang, menurut laporan beberapa LSM.