2 Napi Lapas Sumedang Kabur lewat Genteng, Pelarian Direncanakan Seminggu

2 Napi Lapas Sumedang Kabur lewat Genteng, Pelarian Direncanakan Seminggu

Dua narapidana Lapas Sumedang melarikan diri dengan rencana matang. Simak kronologi dan dampaknya bagi keamanan Lapas. Halaman all

(Kompas.com) 03/12/24 15:35 16268

SUMEDANG, KOMPAS.com - Dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sumedang, Jawa Barat, yakni ER dan D, melarikan diri dengan cara memanjat genteng dan melompat pada Selasa (3/12/2024) siang.

Kejadian ini berlangsung saat mereka sedang melakukan persiapan untuk shalat zuhur.

Kepala Lapas Kelas II B Sumedang, Ratri Handoyo, menjelaskan bahwa kedua napi tersebut melarikan diri dari area pemandian umum di blok A Lapas.

"Saat persiapan shalat zuhur, mereka menaiki area pemandian umum blok A, naik kemudian melompat dari genteng," ungkap Ratri dalam jumpa pers di Lapas Sumedang.

Setelah melompat dari atap Lapas, kedua narapidana mendarat di halaman asrama Pengadilan Negeri (PN) Sumedang.

Ratri menambahkan bahwa mereka telah menyiapkan sarung untuk digunakan di luar penjara.

"Alhamdulillah, berkat kepedulian warga sekitar, mereka bisa segera kembali tertangkap," tuturnya.

Ratri menginformasikan bahwa salah satu napi berhasil ditangkap di sekitar halaman asrama PN, sementara yang lainnya ditangkap di sekitar gedung Golkar, sekitar 5 kilometer dari Lapas.

Penangkapan ini, menurutnya, berkat kerja sama dengan pihak kepolisian.

Kepala Lapas juga menyebutkan bahwa kedua narapidana ini telah merencanakan pelarian mereka selama seminggu.

"Iya, mereka sudah mempersiapkannya, seminggu mereka menggambar, melihat situasi untuk melarikan diri," jelas Ratri.

Sebelumnya, kedua napi ini juga mengajak teman sekamarnya untuk ikut melarikan diri.

"Hanya yang satu kamar dengan dia yang diajak," tambah Ratri.

Setelah berhasil ditangkap, kedua narapidana langsung diberikan pengarahan dan akan dikenakan hukuman Register F, yang berarti mereka tidak memiliki hak remisi dan fasilitas lainnya.

Ratri juga menekankan bahwa pelarian ini menjadi evaluasi bagi pihaknya, terutama terkait ketinggian tembok yang mengelilingi Lapas.

"Tembok Lapas saat ini hanya 6 meter, evaluasinya perbaikan tembok yang saat ini masih rendah menjadi 8 meter," ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa kekurangan personel menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pengawasan, karena saat pelarian terjadi, ada petugas yang tengah piket mengawasi narapidana yang sakit.

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak Lapas untuk meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di masa mendatang.

#lapas-sumedang #pelarian-narapidana #ratri-handoyo #keamanan-penjara

https://bandung.kompas.com/read/2024/12/03/153541978/2-napi-lapas-sumedang-kabur-lewat-genteng-pelarian-direncanakan-seminggu