Dedi Mulyadi Heran Dilaporkan ke Komnas HAM: Anak Dikirim ke Barak Militer atas Permintaan Orangtua Halaman all
Dedi Mulyadi menanggapi laporan ke Komnas HAM tentang pelatihan bela negara untuk siswa. Dia heran anak-anak justru dimasukan ke barak atas izin ortu. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 14/05/25 15:15 141774
PURWAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi santai laporan oleh wali murid asal Babelan, Kabupaten Bekasi, ke Komnas HAM terkait program pelatihan bela negara untuk anak-anak bermasalah.
Ia menegaskan, program ini bukanlah bentuk paksaan dari pemerintah, melainkan respons atas permintaan langsung dari para orang tua.
“Logikanya yang melaporkan itu harusnya orangtua yang anaknya masuk pusat pelatihan bela negara,” kata Dedi usai mengunjungi SMAN 2 Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (14/5/2025).
“Ini kan anak-anak yang dikirim ke sini berdasarkan keinginan orang tuanya,” lanjut Dedi.
Menurutnya, laporan tersebut tidak berdasar karena pihak yang merasa dirugikan justru tidak mengadukan apa pun.
Dedi menyebut orangtua yang menyerahkan anak-anak mereka telah menyadari kondisi keluarga dan berharap adanya perubahan karakter melalui pendekatan kedisiplinan.
“Karena saya diserahin oleh orangtuanya, karena ketidaksanggupan dia menangani di rumah,” jelas dia.
“Maka diserahin untuk melalui pola pendekatan pendidikan bela negara ini. Kalau dalam istilahnya, ini pendidikan berkarakter,” imbuhnya.
Terkait masih adanya perdebatan di kalangan anggota DPR RI, Dedi menyebut hal itu sebagai bentuk perhatian yang berlebihan.
“Ya, mereka itu saking sayang sama saya, karena mereka sayang banget sama saya, saya enggak boleh salah,” katanya sambil tersenyum.
Ia mengibaratkan situasi ini seperti permainan sepak bola, di mana larangan untuk berbuat salah justru bisa menghambat permainan.
“Kalau seorang pelatih terus-terusan bilang ke pemainnya ‘jangan sampai salah’, nanti enggak nyerang-nyerang. Dalam permainan yang eskalasinya tinggi, pelanggaran pasti ada,” jelas Dedi.
Lebih lanjut, ia menegaskan keberanian mengambil tindakan lebih penting dibandingkan diam tak berbuat apa-apa.
“Jadi bagi saya, lebih baik salah bertindak daripada tidak bertindak sama sekali. Apalagi ini enggak ada salahnya, salahnya apa coba?” tegas dia.
Dedi Mulyadi dilaporkan ke Komnas HAM
ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com Wali murid asal Babelan, Kabupaten Bekasi, Adhel Setiawan dan kuasa hukumnya, Rezekintq Sofrizal. Keduanya melaporkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Komnas HAM terkait program kirim siswa nakal ke barak militer.#dedi-mulyadi #pendidikan-militer-siswa-nakal #kontroversi-dedi-mulyadi #komnas-ham #dedi-mulyadi-dilaporkan-komnas-ham #barak-militer-siswa-nakal