Pemilik Toko Mama Khas Banjar Ditahan, Istri: Kasus Hukum Salah Alamat
Kasus hukum yang menimpa suami pemilik Toko Mama Khas Banjar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi sorotan. Ini pernyataan sang istri. Halaman all
(Kompas.com) 09/05/25 14:55 135592
BANJARARU, KOMPAS.com - Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) Toko Mama Khas Banjar yang beralamat di Jalan Trikora, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi tutup per tanggal 1 Mei 2025 setelah pemilik tersandung kasus hukum.
Ani, istri pemilik Toko Mama Khas Banjar mengatakan, suaminya -- Firli Norachim -- masih menunggu proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Banjarbaru.
Menurut Ani, perkara hukum yang menimpa suaminya adalah kasus pidana salah alamat.
Ani mengatakan, Toko Mama Khas Banjar tidak memproduksi ataupun menjual produk sendiri, melainkan menjual produk milik orang lain.
"Kami ini hanya menyediakan tempat aja. Yang punya produk itu orang lain yang menitipkan ke kami untuk dijual," ujar Ani kepada kompas.com, Jumat (9/5/2025).
Ani juga mempertanyakan delik aduan konsumen yang melaporkan sejumlah produk yang tidak dicantumkan tanggal kadaluarsa di toko milik suaminya.
Dia mengatakan, polisi yang menangani kasus ini menggunakan Undang-undang pidana perlindungan konsumen dengan dalih produk yang dijual tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.
Karena itu, menurut dia seharusnya bukan suaminya yang berhadapan dengan hukum. Sebab mereka hanya menjual produk orang lain.
"Harusnyakan pemilik produk yang dipidana. Karena kami tak menjual produk (sendiri). Sekali lagi kami ini hanya menyediakan tempat. Ini malah suami saya yang kena hukumnya," jelas Ani.
Pembinaan Disperindag
Ani menambahkan, sebelum tersangkut kasus hukum, Toko Mama Khas Banjar pernah diberikan surat pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel.
Di dalam surat tersebut, Disperidag meminta untuk memperbaiki label pada kemasan, bukan merujuk pada tanggal kadaluarsa.
"Setelah kami diberikan surat pembinaan, langsung kami benahi toko kami. Surat pembinaan itu tak berkaitan dengan tanggal kadaluarsa produk karena memang yang harus mencantumkan itu pemilik produk," tegas Ani.
Adanya kasus hukum yang menimpa usaha suaminya, Ani berharap semua pihak membuka mata lebar-lebar agar UMKM yang ada di Banjarbaru dapat terus berkembang.
"Karena jangan sampai kasus seperti usaha kami ini juga menimpa UMKM lainnya, kan kasihan," pungkasnya.
#toko-mama-khas-banjar #toko-mama-khas-banjar-tutup #alasan-toko-mama-khas-banjar-tutup #pemilik-toko-mama-khas-banjar-ditahan