3 Napi Tewas usai Pesta Miras Oplosan, Anggota DPRD: Lapas Itu Tempat Pembinaan... Halaman all
Tragedi keracunan miras oplosan di Lapas Bukittinggi menewaskan tiga warga binaan. Nofrizon mendesak investigasi transparan. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 06/05/25 06:57 134168
PADANG, KOMPAS.com - Tokoh masyarakat Sumatera Barat, Nofrizon, meminta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar dan Lapas Kelas II A Bukittinggi bertanggung jawab atas tragedi pesta miras oplosan yang menewaskan tiga orang warga binaan Lapas Bukittinggi.
"Kanwil dan Lapas harus bertanggung jawab dan usut tuntas kasus ini secara transparan," kata Nofrizon yang dihubungi Kompas.com, Senin (5/5/2025).
Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar itu menyebutkan tragedi tersebut sangat memilukan karena terjadi pada warga yang dibina di Lapas.
Anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Bukittinggi dan Agam itu menilai banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.
"Hasil pemeriksaan awalnya disebutkan disebabkan keracunan alkohol yang disalahgunakan, tapi sebanyak 200 mililiter. Apa benar alkohol sebanyak itu yang diminum bersama-sama dan dicampur air, minuman sachet, serta batu es bisa menyebabkan tiga orang meninggal?" kata Nofrizon.
Nofrizon menginginkan kasus itu dibuka secara terang benderang dan jika ada unsur kelalaian harus ditindak.
"Lapas itu tempat pembinaan. Jadi harus diusut tuntas secara transparan," jelas Nofrizon.
Nofrizon pun mendesak tim investigasi yang dibentuk agar bisa bekerja maksimal dan hasilnya diumumkan kepada publik.
"Kita ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di Lapas itu," kata Nofrizon.
Napi tewas karena miras oplosan
Sebelumnya diberitakan puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan usai pesta minuman alkohol oplosan untuk parfum.
Awalnya, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan 22 orang lainnya dirawat di rumah sakit.
"Benar. Ada kejadian warga binaan Lapas Bukittinggi yang keracunan massal kemarin," kata Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessy Kurniati yang dihubungi Kompas.com, Kamis (1/5/2025).
Yessy menyebut satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia di RSUD Bukittinggi.
Sedangkan 22 orang lainnya dirawat di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan akhirnya dilaporkan dua di antaranya meninggal dunia sehingga total meninggal menjadi tiga orang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Pemasyarakatan Sumatera Barat, Marselina Budiningsih, menyebutkan pihaknya bersama Polresta Bukittinggi membentuk tim investigasi terkait kasus keracunan makanan itu.
#lapas-bukittinggi #keracunan-miras #nofrizon #investigasi-transparan