Kisruh UKSW, Fakultas Teknologi Informasi dan Hukum Bantah Pernyataan Rektor

Kisruh UKSW, Fakultas Teknologi Informasi dan Hukum Bantah Pernyataan Rektor

Perselisihan antara pimpinan dan sivitas akademika di UKSW semakin memanas setelah Rektor Prof. Intyas Utami dituding mengabaikan aspirasi fakultas. Halaman all

(Kompas.com) 06/05/25 18:53 133122

SALATIGA, KOMPAS.com - Polemik yang terjadi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga semakin memanas.

Pihak fakultas membantah pernyataan Rektor Prof. Intyas Utami yang dianggap tidak menjawab isu-isu penting yang dihadapi sivitas akademika.

Aksi demonstrasi oleh dosen dan mahasiswa pun kembali menggelora, menuntut adanya dialog terbuka dan pembahasan lebih mendalam mengenai kebijakan yang dinilai kontroversial.

FTI: Rektor Tidak Menjawab Persoalan Sivitas Akademika

Koordinator Bidang Kerjasama, Kemahasiswaandan Kealumnian (BK3) Fakultas Teknologi Informasi UKSW Evangs Mailoa menyampaikan, pernyatan Intyas tidak menjawab persoalan yang menjadi aspirasi sivitas akademika.

"Sama sekali tidak menyentuh subtansi persoalan yang diajukan. Bahkan permintaan untuk duduk bareng dan diskusi pun tidak ditanggapi. Pimpinan UKSW jangan bersikap birokratis dan mengabaikan fakultas," ujarnya, Selasa (6/5/2025) di Kampus FTI UKSW.

Evangs mengatakan, aspirasi sivitas akademika yakni menghentikan tindakan arogansi, membina komunikasi yang baik, melakukan pembaharuan dan revitalisasi di kampus FTI UKSW seperti akses internet dan perangkat komputer yang memadai, dan pemasangan kanopi di area parkiran.

"Mengenai kelas tematik yang disampaikan Rektor dalam rilis itu keputusan top down dan bukan kebutuhan fakultas, karena lebih menonjolkan penampilan daripada fungsi," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, tuntutan mengenai pengelolaan keuangan dan beasiswa yang akuntabel, juga tak ditanggapi.

Saat ini, di FTI tercatat ada 2.738 mahasiswa, belum yang termasuk berstatus lalai registrasi.

"Jumlah mahasiswa besar tentu pendapatan besar, tapi hanya 123 mahasiswa yang mendapat beasiswa, ini tidak adil dan tidak proposional," kata Evangs.

Evangs menegaskan bahwa FTI bukan sapi perah bagi pimpinan UKSW, karena itu harus mendapat perlakuan yang adil.

"UKSW adalah rumah kita bersama, mari Rektor berdiskusi luangkan waktu datang ke FTI dan melihat kondisi yang sebenarnya," ujarnya.

KOMPAS.com/Dian Ade Permana Mahasiswa dan dosen UKSW menggelar demonstrasi karena tidak puas dengan kepemimpinan Rektor Prof. Intyas Utami

FH: Penyataan Rektor Mengaburkan Fakta

Sementara dari Fakultas Hukum (FH) UKSW, dosen senior Haryanto menyampaikan pernyataan Intyas Utami menciptakan kekaburan kondisi dan fakta yang senyatanya.

"Kami hanya minta berdiskusi dengan ibu Rektor selaku orangtua di universitas ini saja tidak ditanggapi. Proses pergantian dekan dan jajaran di FH ini tidak memenuhi due process of law atau tidak alamiah," ungkapnya.

"Rektor mengirim surat tentang teguran keras pertama dan terakhir pada 18 Desember 2024. Namun, pada 10 Januari 2025 ada surat tentang apresiasi kinerja Dekan FH, ini kan berarti menunjukkan soal kinerja tidak bermasalah," sambung dia.

Haryanto juga menilai evaluasi kinerja program Satu Hati yang digaungkan Intyas tidak transparan.

"Secara keseluruhan, dari awal proses teguran pertama dan terakhir, evaluasi kinerja Satu Hati, bertentangan dengan idealisme dan Statuta UKSW serta peraturan kepegawaian," ujarnya.

Mengenai kinerja, kata dia, pimpinan FH yang diberhentikan telah menunjukan sejumlah prestasi. Mulai dari status akreditasi unggul hingga kerjasama dengan berbagai lembaga dalam aras nasional dan internasional.

"Prof Umbu selama menjabat juga tetap melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengajaran, penelitian, dan pengabdian," kata Haryanto.

KOMPAS.com/Dian Ade Permana Mahasiswa dan dosen FTI UKSW Salatiga melakukan demonstrasi, Senin (5/5/2025)

Mengganggu perkuliahan

Dosen lain, Indirani Wauran mengungkapkan, kondisi yang ada saat ini tidak menganggu kegiatan belajar mengajar.

"Kami tetap memperhatikan hak dan kewajiban, bahkan setiap hari tetap datang di kampus memberi pengajaran. Kami mengajak mahasiswa untuk memperhatikan kondisi sekeliling dan kalau tidak sesuai hati nurani maka harus berani menyampaikan kebenaran," ungkapnya.

Duduk perkara demo UKSW

Sebelumnya diberitakan, hanya dalam waktu empat hari, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga \'diguncang\' dua kali demonstrasi. Tak hanya mahasiswa, aksi ini juga diikuti para dosen dan alumni.

Berawal pada Jumat (2/5/2025) saat mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum (FH) UKSW melakukan aksi penolakan terhadap pencopotan Dekan FH dan jajarannya. Mereka menolak karena Surat Keputusan Rektor UKSW tentang pencopotan tersebut dinilai penuh kejanggalan, di antaranya email pemberitahuan pergantian pimpinan FH UKSW tersebut dikirimkan pada Rabu (30/4/2025) pukul 23.00 WIB.

Aksi yang dilakukan sivitas FH tersebut ternyata memantik fakultas lain untuk menyuarakan aspirasinya.

Pada Senin (5/5/2025), ada tiga fakultas yang menggelar aksi demonstrasi dengan masing-masing tuntutannya, meski muaranya sama, yakni menuding Rektor UKSW Prof. Intyas Utami bertindak arogan dalam mengambil keputusan.

Menanggapi aksi tersebut, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Prof. Intyas Utami menyampaikan pergantian pejabat di lingkungan UKSW termasuk kepemimpinan Fakultas Hukum sudah melalui proses evaluasi oleh pimpinan universitas.

#uksw #rektor-uksw #demo-uksw #uksw-bergejolak #rektor-uksw-didemo

https://regional.kompas.com/read/2025/05/06/185329778/kisruh-uksw-fakultas-teknologi-informasi-dan-hukum-bantah-pernyataan-rektor