Napi Tewas usai Pesta Miras di Lapas Bukittinggi Bertambah Jadi 4 Orang
Empat warga binaan Lapas Bukittinggi meninggal akibat keracunan miras oplosan. Investigasi sedang dilakukan. Halaman all
(Kompas.com) 06/05/25 10:21 132627
PADANG, KOMPAS.com - Korban meninggal akibat pesta miras oplosan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat, bertambah menjadi 4 orang.
Warga binaan terakhir yang meninggal pada Selasa (6/5/2025) di ruangan Intensive Care Unit Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi.
Korban sempat menjalani perawatan selama seminggu sejak masuk pada Rabu (30/4/2024) lalu.
"Benar. Korban terakhir yang dirawat meninggal dunia di ICU," kata Direktur Utama RSAM Bukittinggi, Busril, yang dihubungi Kompas.com, Selasa (6/5/2025).
Busril menyebutkan, sebelum meninggal, korban mengalami kondisi memburuk dengan diagnosis keracunan alkohol.
"Jenazahnya sudah dibawa keluarga ke Agam," jelas Busril.
Dengan meninggalnya korban terakhir, maka tidak ada lagi warga binaan yang dirawat usai pesta miras oplosan parfum itu.
"Awalnya di RSAM dirawat 22 orang warga binaan. Meninggal 3 dan sisanya sudah dipulangkan," kata Busril.
Pesta miras di lapas
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan usai pesta minuman alkohol oplosan untuk parfum.
Awalnya, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan 22 orang lainnya dirawat di rumah sakit.
"Benar. Ada kejadian warga binaan Lapas Bukittinggi yang keracunan massal kemarin," kata Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessy Kurniati, yang dihubungi Kompas.com, Kamis (1/5/2025).
Yessy menyebut satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia di RSUD Bukittinggi.
Sedangkan 22 orang lainnya dirawat di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan akhirnya dilaporkan 3 di antaranya meninggal dunia sehingga total meninggal menjadi 4 orang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Pemasyarakatan Sumatera Barat, Marselina Budiningsih, menyebutkan pihaknya bersama Polresta Bukittinggi membentuk tim investigasi terkait kasus keracunan makanan itu.
"Kita bersama Polresta Bukittinggi bentuk tim investigasi terkait kasus ini ya," kata Marselina kepada wartawan, Kamis (1/5/2025) di Bukittinggi.
Menurut Marselina, dari pemeriksaan awal, keracunan diduga disebabkan alkohol oplosan yang digunakan untuk pembuatan parfum dicampurkan dengan minuman sachet, batu es, dan air.
"Kemudian minuman itu diminum bersama-sama oleh warga binaan sehingga menyebabkan keracunan," jelas Marselina.
Menurut Marselina, jika ditemukan adanya unsur kelalaian dalam kasus itu, maka pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan.
"Jika ada kelalaian, akan kita proses sesuai dengan ketentuan," kata Marselina.
#miras-oplosan #lapas-bukittinggi #keracunan-alkohol #investigasi-kasus