Tak Hanya Ketua Komnas HAM Papua di Lokasi Camp Saat Penembakan KKB, Ada Juga Kapolda Papua Barat dan Keluarga Iptu Tomi Marbun

Tak Hanya Ketua Komnas HAM Papua di Lokasi Camp Saat Penembakan KKB, Ada Juga Kapolda Papua Barat dan Keluarga Iptu Tomi Marbun

Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, selamat dari serangan KKB saat MCK di Teluk Bintuni. Simak kronologi lengkapnya! Halaman all

(Kompas.com) 28/04/25 22:05 127323

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, Frits Ramandey, bersama empat anggota kepolisian, selamat dari serangan tembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ini terjadi saat mereka melakukan mandi cuci kakus (MCK) di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Minggu (27/4/2025).

Di lokasi pencarian hilangnya Iptu Tomi Marbun, Kasat Reskrim Polres Bintuni, yang berada di pinggiran Sungai Rawara, juga hadir Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Isir.

Kapolda langsung memimpin pencarian dan rekonstruksi hilangnya Iptu Tomi Marbun di daerah tersebut.

Saat penembakan terjadi dari seberang Sungai Rawara, Kapolda berada di salah satu camp yang ada di lokasi.

Frits Ramandey menjelaskan, “Tidak hanya ada saya, ada juga Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Isir di sekitar lokasi camp, saya yang keluar ke pinggir Sungai Rawara untuk MCK,” dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (28/4/2025).

Setelah penembakan oleh KKB, Frits segera berlari menuju tenda camp untuk berlindung.

“Anggota polisi dan TNI melakukan penembakan balasan ke lokasi KKB melakukan penembakan, untuk melindungi kami di lokasi camp,” ujarnya.

Frits menegaskan bahwa camp tersebut dibangun oleh tim sebagai tempat tinggal selama pencarian dan rekonstruksi hilangnya Iptu Tomi Marbun.

“Ini merupakan pencarian resmi terhadap hilangnya Iptu Tomi Marbun di Sungai Rawara oleh Polda Papua Barat dan tim dari Mabes Polri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa warga sipil yang terlibat dalam pencarian ini termasuk dirinya sebagai perwakilan Komnas HAM RI, dua anggota keluarga Iptu Tomi Marbun, serta LBH Sisir Matiti dari Teluk Bintuni.

“Jadi kami warga sipil yang terlibat pencarian ada sembilan orang,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Minggu (27/4/2025), Frits Ramandey dan empat personel kepolisian berangkat dari tenda camp menuju Sungai Rawara untuk MCK sekitar pukul 06.00 WIT.

Setelah selesai, Frits mengambil handphone dan memotret derasnya arus Sungai Rawara, yang diduga menjadi lokasi hilangnya Iptu Tomi Marbun.

Sekitar pukul 07.10 WIT, KKB melepaskan tembakan sebanyak empat kali ke arah Frits dan empat anggota kepolisian.

Beruntung, penembakan tersebut tidak mengenai mereka.

Tak jauh dari lokasi camp, anggota Brimob melakukan penembakan balasan ke arah seberang sungai untuk melindungi tim yang berada di lokasi camp.

Ketua Komnas HAM Papua, bersama Kapolda Papua Barat, LBH Sisir Matiti, dan warga sipil lainnya, kemudian dievakuasi menggunakan helikopter milik Polri ke Distrik Moskona.

Iptu Tomi Marbun dilaporkan hilang setelah hanyut saat hendak menyeberangi Sungai Rawara, Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, pada 18 Desember 2024.

Ia dinyatakan hilang di tengah operasi penangkapan KKB di wilayah tersebut.

Saat ini, operasi pencarian Iptu Tomi Marbun dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Isir, bersama ratusan personel dari SAR Brimob, Pengamanan Brimob, dan Polres Teluk Bintuni.

#kkb #teluk-bintuni #frits-ramandey #komnas-ham-papua

https://regional.kompas.com/read/2025/04/28/220544378/tak-hanya-ketua-komnas-ham-papua-di-lokasi-camp-saat-penembakan-kkb-ada