Lapas Kediri Jatim sita sejumlah barang larangan dari warga binaan
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Jawa Timur, menyita sejumlah barang warga binaan yang dilarang ada dalam lapas, melalui razia yang ...
(Antara) 25/04/25 18:34 125194
Kota Kediri (ANTARA) - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Jawa Timur, menyita sejumlah barang warga binaan yang dilarang ada dalam lapas, melalui razia yang digelar di area blok lapas.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin mengemukakan razia ini untuk menjaga ketertiban dan komitmen terhadap pemberantasan handphone atau telepon seluler, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di dalam lapas.
"Kami sinergi untuk wujudkan zero halinar. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, tertib dan aman," kata Solichin di Kediri, Jumat.
Kegiatan ini digelar oleh petugas gabungan antara Lapas Kediri, Polres Kediri, Polres Kediri Kota, BNN Kota Kediri, BNN Kabupaten Kediri hingga Brimob dan jajaran terkait lainnya.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis agar tidak ada ruang yang luput dari pengawasan. Setiap sudut kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) diperiksa, termasuk bagian tempat tidur, dinding, plafon, serta saluran-saluran tertutup lainnya.
Seluruh blok hunian menjadi sasaran dalam penggeledahan, yakni mulai dari Blok A, B, C, hingga Blok D yang merupakan blok wanita. Lapas Kediri dihuni 946 warga binaan dari kapasitas ideal hanya 325 orang, sehingga razia rutin dilakukan.
Dalam razia petugas berhasil menemukan sejumlah barang yang dilarang berada dalam lapas seperti senjata tajam rakitan dan benda logam berbahaya. Barang-barang itu misalnya korek api, sendok, paku, kaca hias, gagang alat gosok gigi dan sejumlah barang lainnya.
Barang-barang tersebut diamankan kemudian dibawa petugas. Sesuai dengan aturan, barang-barang itu tidak diizinkan untuk ada di lapas karena bisa disalahgunakan.
Misalnya untuk sikat gigi. Dari temuan, ujung sikat gigi sudah diubah dengan model lancip sehingga membahayakan.
"Untuk senjata tajam ini memang sering kami dapatkan saat razia. Narapidana di dalam memang sangat terampil. Biasanya kalau ada keluarga yang membawa sikat gigi keras tidak boleh, juga sendok, apalagi telepon seluler yang bisa dipakai penipuan, untuk transaksi narkoba dan lainnya," kata dia.
Dia menekankan, setiap ada kunjungan keluarga warga binaan, pihak lapas selalu melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dan anggota tubuh penjenguk. Namun,tetap saja ada barang larangan yang masuk.
Untuk itu, pihaknya akan lebih memperketat lagi dalam memeriksa barang bawaan yang dibawa oleh tamu yang menjenguk warga binaan.
Lebih jauh dia menyampaikan sejumlah barang terlarang yang disita dalam razia sudah diamankan oleh petugas. Namun, untuk pemilik belum diketahui.
"Untuk razia ini masih belum menemukan siapa pemiliknya. Barang di kamar, orangnya di luar. Kalau di badannya pasti akan kami berikan sanksi atau mereka tidak dapat kunjungan," kata dia.
Sesuai dengan rencana, kegiatan serupa juga akan dilakukan lagi dengan waktu yang tidak terjadwal.