Kak Seto Harap Generasi Muda Teruskan Perjuangan Hotma Sitompul dalam Bidang Hukum
Kak Seto berharap agar para generasi muda bisa meneruskan perjuangan Hotma Sitompul dalam bidang hukum. Halaman all
(Kompas.com) 17/04/25 17:33 119314
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto berharap agar para generasi muda, terlebih yang bergerak di bidang penegakan hukum, bisa melanjutkan perjuangan Hotma Sitompul.
Ia berharap agar ada advokat muda yang meniru sosok Hotma dalam membela masyarakat yang terkendala dalam mengakses perlindungan hukum.
“Mudah mudahan tokoh-tokoh muda bisa melanjutkan perjuangan beliau dengan idealisme yang sama, karena beliau adalah salah satu tokoh yang profesional di bidang penegakan hukum,” ungkap Kak Seto saat ditemui di rumah duka Hotma Sitompul di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2025).
Kak Seto mengaku sering terlibat kerja sama dengan Hotma dalam sejumlah kasus hukum yang melibatkan anak-anak.
Karena itu, ia ingin ada generasi muda yang bisa meneruskan upaya-upaya baik yang dilakukan Hotma.
“Kami di LPAI sudah cukup banyak bekerja sama dengan beliau. Ada beberapa kasus-kasus masalah anak-anak, kami minta bantuan beliau,” jelas Kak Seto.
Di sisi lain, Kak Seto mengaku kaget dan merasa begitu kehilangan saat mendengar kabar tentang kepergian Hotma.
“Kami sangat merasa kehilangan dan terkejut karena kepergian beliau yang mendadak ini,” ungkapnya.
Adapun Kak Seto melayat ke rumah duka Hotma Sitompul bersama anak dan cucunya menggunakan pakaian batik. Ia juga mengirimkan karangan bunga atas nama dirinya dan keluarga.
Kak Seto menyampaikan bahwa ia berencana ikut mengantarkan mendiang Hotma Sitompul ke peristirahatan terakhirnya di San Diego Hill Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (19/4/2025) mendatang.
Sebagai informasi, Hotma meninggal dunia di usia 75 tahun setelah menerima perawatan di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat, selama satu minggu. Ia mengalami komplikasi sejumlah penyakit selama beberapa tahun terakhir.
Ia sempat dibawa ke rumah sakit di Penang, Malaysia pada Oktober 2024 dan baru kembali ke Indonesia pada Januari 2025.
Selama tiga bulan, Hotma rutin cuci darah (hemodialisis) karena memiliki riwayat penyakit ginjal.
Hingga Selasa (8/4/2025), kondisi kesehatan Hotma menurun kembali sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Ditho, putra Hotma, mengatakan, dalam seminggu perawatan itu ayahnya sempat membaik.
Namun, tepat seminggu setelahnya, Hotma dinyatakan meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang ia derita.
Hotma Sitompoel adalah seorang pengacara senior yang beberapa kali terlibat dalam kasus berat.
Ia memiliki lembaga hukum non-profit bernama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron yang fokus membantu masyarakat miskin, teraniaya, dan terpinggirkan, tak terkecuali anak-anak.