Napi Dugem di Rutan Pekanbaru Akan Diisolasi dan Ditahan Ekstra Ketat

Napi Dugem di Rutan Pekanbaru Akan Diisolasi dan Ditahan Ekstra Ketat

14 narapidana di Rutan Pekanbaru terlibat dugem dan narkoba, akan diisolasi ketat! Halaman all

(Kompas.com) 16/04/25 14:09 118000

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sebanyak 14 orang narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pekanbaru, Riau, terlibat dugem dan diduga pesta narkoba.

Kepala Kanwil Dirjenpas Riau, Maizar, mengatakan, 14 napi tersebut telah dipindahkan ke Lapas Pekanbaru untuk diperiksa.

"Narapidana yang terbukti bersalah, sudah pasti kami isolasi dan ditempatkan di ruangan tahanan yang ekstra ketat (pengamannya)," ucap Maizar saat diwawancarai wartawan di Rutan Pekanbaru, Rabu (16/4/2025).

Tak hanya itu, Maizar juga memastikan para napi tersebut tidak bisa mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan.

Kemudian, Maizar juga menyatakan akan menghukum petugas maupun pejabat Rutan Pekanbaru bila terlibat dalam kasus napi dugem tersebut.

"Saat ini para napi dan pejabat rutan dilakukan pemeriksaan," sebut Maizar.

Sebagaimana diberitakan, viral di media sosial sekelompok pria tengah berjoget layaknya sedang dugem di dalam sebuah ruangan yang diduga berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Riau, Selasa (15/4/2025).

Dalam video itu, tampak beberapa napi berjoget mengikuti alunan musik keras.

Beberapa di antaranya duduk sambil menggoyangkan kepala, sementara lainnya berdiri dan bergoyang mengikuti irama.

Di dekat mereka duduk, terlihat botol-botol minuman kemasan berserakkan serta sebuah botol bekas dengan sedotan putih seperti alat isap sabu atau bong.

Kemudian, ada yang mengisap rokok elektrik dan ada pula rokok bakar.

Tak hanya itu, salah satu pria dalam video juga terlihat menggunakan ponsel, memperkuat dugaan bahwa para tahanan tersebut memiliki akses terhadap barang-barang terlarang di dalam rutan.

#rutan-pekanbaru #pesta-narkoba #napi-dugem #isolasi-ketat

https://regional.kompas.com/read/2025/04/16/140935078/napi-dugem-di-rutan-pekanbaru-akan-diisolasi-dan-ditahan-ekstra-ketat