Kementerian HAM Segera Panggil Taman Safari Terkait Aduan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus
Kementerian HAM akan memanggil Taman Safari Indonesia terkait dugaan pelanggaran HAM oleh mantan pemain sirkus. Halaman all
(Kompas.com) 15/04/25 17:31 117210
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Hak Asasi Manusia akan segera memanggil pihak Taman Safari Indonesia, terkait dugaan pelanggaran HAM berat yang dialami oleh mantan pemain sirkusOriental Circus Indonesia (OCI).
“Kami juga akan mengupayakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang dilaporkan sebagai pelaku tindakan yang tadi disampaikan. Kami akan lakukan secepatnya,” kata Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, di Kantor Kementerian HAM, Selasa (15/4/2025).
“Karena salah satu upayanya kan memang mencegah supaya yang praktik yang sekarang terjadi itu tidak terjadi lagi. Dan itu harus cepat, mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan kita sudah bisa lakukan,” tambah dia.
Langkah ini diambil setelah sejumlah mantan pemain sirkus menyampaikan kesaksian langsung mengenai kekerasan, eksploitasi, hingga perbudakan yang mereka alami.
Dia mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk Komnas HAM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), untuk menindaklanjuti laporan para korban.
"Sudah melaporkan juga ke Komnas HAM, jadi kami akan berkoordinasi dengan Komnas HAM,” ujar Mugiyanto.
“Karena kami ingin mendapatkan informasi yang komprehensif, setelah kami mendapatkan laporan dari para korban, kami juga akan mengupayakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang dilaporkan sebagai pelaku tindakannya," tambahnya.
Mugiyanto menegaskan, pemanggilan ini penting dilakukan untuk mencegah praktik kekerasan serupa agar tidak terus berulang di masa depan.
"Karena salah satu upayanya memang mencegah supaya yang praktik yang sekarang terjadi itu tidak terjadi lagi. Dan itu harus cepat. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan kita sudah bisa lakukan," tegasnya.
Kasus dugaan pelanggaran HAM ini menyeruak ke publik setelah para mantan pemain sirkus, yang mayoritas adalah perempuan, menceritakan pengalaman pahit mereka, mulai dari kekerasan fisik, perlakuan tidak manusiawi, hingga dipisahkan dari identitas keluarga mereka sejak usia dini.
Head of Media and Digital Taman Safari Indonesia Group, Finky Santika, mengatakan masalah tersebut melibatkan individu tertentu.
Dia memastikan pihaknya tidak memiliki keterikatan hubungan bisnis dengan mantan pemain sirkus tersebut.
“Taman Safari Indonesia Group sebagai perusahaan ingin menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterkaitan, hubungan bisnis, maupun keterlibatan hukum dengan eks pemain sirkus yang disebutkan dalam video tersebut,” kata Finky dalam keterangan resmi.
Dia menegaskan, Taman Safari Indonesia Group merupakan badan usaha berbadan hukum yang berdiri secara independen dan tidak terafiliasi dengan pihak yang dimaksud.
“Kami menilai bahwa permasalahan tersebut bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Taman Safari Indonesia Group secara kelembagaan,” jelasnya.
Dia menegaskan, hak setiap individu untuk menyampaikan pengalaman pribadinya. Namun dia berharap nama dan reputasi Taman Safari Indonesia Group tidak disangkutpautkan dalam permasalahan ini.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan hukum, serta etika bisnis yang bertanggung jawab,” jelasnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak memiliki dasar fakta maupun keterkaitan yang jelas,” tegas dia.
#taman-safari-indonesia #oriental-circus-indonesia #oriental-circus-indonesia-kasus #pelanggaran-ham #mantan-pemain-sirkus