Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta adanya penegakan hukum maksimal dalam penanganan kasus penembakan tiga personel kepolisian hingga gugur saat ... [372] url asal
Kami mendorong kepolisian membongkar kasus ini. Bisa juga bekerja sama dengan rekan-rekan dari polisi militer, dari TNI
Jakarta (ANTARA) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta adanya penegakan hukum maksimal dalam penanganan kasus penembakan tiga personel kepolisian hingga gugur saat bertugas menggerebek judi sabung ayam di Lampung (17/3).
“Kami minta supaya ada penegakan hukum yang maksimal. Ada sanksi yang maksimal. Biarkan mekanisme dan prosesnya berjalan,” kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Anam yang mewakili Kompolnas juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada tiga personel yang gugur, yakni Kapolsek Negara Batin Way Kanan AKP (Anumerta) Lusiyanto, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta.
“Kami Kompolnas mengucapkan belasungkawa yang mendalam bagi personel yang menjalankan tugas yang begitu mulia hingga gugur,” ucapnya.
Kendati demikian, mantan Komisioner Komnas HAM itu mengingatkan bahwa penanganan kasus judi sabung ayam yang sedang ditangani oleh ketiga personel tersebut harus tetap dilanjutkan.
Ia mengatakan bahwa pemberantasan judi merupakan salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi kejahatan yang banyak merugikan masyarakat.
Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa membongkar perjudian dengan kedok sabung ayam ini juga merupakan hal yang penting.
“Kami mendorong kepolisian membongkar kasus ini. Bisa juga bekerja sama dengan rekan-rekan dari polisi militer, dari TNI,” ujarnya.
Sebelumnya, tiga personel tersebut gugur saat bertugas melakukan penggerebekan judi sabung ayam pada hari Senin (17/3).
Akibat peristiwa itu, Kapolsek Negara Batin Way Kanan AKP (Anumerta) Lusiyanto mengalami luka tembak pada dada kanan, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto mengalami luka tembak pada bagian mata sebelah kiri, dan Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta mengalami luka tembak pada bagian mulut.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika berkomitmen untuk mengungkap peristiwa ini secara transparan.
Irjen Pol. Helmy mengatakan bahwa saat ini tim dari badan reserse dan Pomdam Sriwijaya telah bergabung untuk melakukan investigasi bersama guna mencari fakta dan mengidentifikasi pelaku.
Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui jenis senjata yang digunakan untuk menembak ketiga anggota polisi tersebut.
"Untuk jenis senjata yang digunakan, kami belum dapat pastikan. Kami masih menunggu hasil uji balistik terhadap proyektil yang telah dikeluarkan dari jenazah korban," kata Kapolda Lampung.
Yoo Ah-in resmi dibebaskan dari tahanan pada Selasa (18/2). Ia menerima hukuman percobaan akibat penyalahgunaan narkoba jenis obat bius propofol secara ilegal.
Aktor bernama asli Uhn Hong-sik tersebut sebelumnya didakwa menggunakan propofol sebanyak 181 kali antara 2020 dan 2022. Obat tersebut diberikan di klinik profesional dengan kedok prosedur kosmetika.
Ia kemudian dinyatakan bersalah pada September 2024 oleh pengadilan dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan denda sebesar dua juta won atau setara Rp22,6 juta (1 won = Rp11,3).
Pengadilan Distrik Pusat Seoul kala itu menyebut Yoo telah melakukan pelanggaran "dengan mengabaikan peraturan yang relevan" dan menunjukkan "kurangnya kehati-hatian terhadap zat-zat obat".
Namun kini pejabat Pengadilan Tinggi Seoul mengatakan kepada AFP bahwa keputusan untuk membebaskan Yoo Ah-in mempertimbangkan berbagai faktor hukuman.
"Ia dijatuhi hukuman penjara satu tahun, ditangguhkan selama dua tahun dan denda dua juta won," kata seorang pejabat di pengadilan tersebut kepada AFP.
"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor hukuman seperti motif, metode, dan konsekuensi kejahatan, serta keadaan setelah pelanggaran, pengadilan menganggap putusan awal berat dan tidak adil," kata hakim, menurut laporan pengadilan.
Jaksa pada tahun lalu sempat meminta hukuman penjara untuk Yoo sekama empat tahun. Kemudian seorang dokter yang memberikan propofol kepada Yoo didenda 40 juta won pada tahun lalu.
Propofol sebagian besar digunakan sebagai anestesi bedah. Namun obat ini kadang disalahgunakan sebgaai rekreasi, yang kerap kali melibatkan oknum tenaga kesehatan.
Overdosis obat tersebut disebut-sebut sebagai penyebab kematian bintang pop Michael Jackson pada 2009.
Dalam kasus ini, Yoo bukan hanya didakwa menggunakan propofol secara ilegal, tetapi juga memakai resep ilegal lebih dari 1.100 pil tidur dengan menggunakan nama orang lain.
Selain itu, ia dituduh menghisap mariyuana tiga kali di AS bersama seorang kenalan, yang diidentifikasi hanya sebagai Choi, pada Januari 2024, dan diduga mendorong orang lain untuk ikut menghisap.
Dalam sidang sebelumnya, Yoo Ah-in mengaku menggunakan ganja. Ia membantah memakai obat-obatan lain karena obat tersebut memang diresepkan untuk depresi dan gangguan panik sesuai pengawasan medis.
Petugas Lapas Garut menggeledah sel narapidana, menemukan 24 ponsel dan 9 senjata tajam. Upaya bersih dari barang terlarang terus dilakukan. [520] url asal
Petugas gabungan dari Lapas Garut, TNI-Polri hingga Pemda dan BNN menggeledah sel warga binaan di Lapas Garut. Hasilnya, petugas menemukan puluhan ponsel hingga pisau yang terbuat dari korek api.
Penggeledahan sel narapidana Lapas Garut yang berada di Jalan KH Hasan Arif, Banyuresmi, Garut ini, dilaksanakan pada Senin, (23/12/2024).
Menurut Kalapas Garut, Rusdedy, petugas gabungan tersebut dibagi ke dalam kelompok kecil dan menggeledah setiap kamar narapidana di berbagai blok yang ada di Lapas Garut.
Hasilnya, petugas menemukukan beragam barang terlarang. Mulai dari telepon genggam, power bank, hingga adaptor dan kartu perdana.
"Ditemukan 24 handphone, power bank, kabel data, headset, hingga senjata tajam," ungkap Rusdedy kepada wartawan.
Penggeledahan ini digelar dalam rangka siaga Nataru yang dicanangkan Lapas Garut. Menurut Rusdedy, pihaknya Ingin Lapas bersih dari pungli, ponsel terlarang dan narkoba, sebagai komitmen dari Lapas itu sendiri.
Selain itu, petugas juga menemukan sebanyak 9 senjata tajam dari dalam kamar warga binaan. Rata-rata, senjata tajam yang ditemukan merupakan senjata tajam rakitan.
Seperti dilihat detikJabar, salah satunya ada pisau yang dibuat dengan modifikasi. Yakni gagangnya terbuat dari korek gas hingga bungkus lem.
Senjata rakitan di sel napi Lapas Garut Foto: Hakim Ghani/detikJabar
"Ini ditemukan di dalam kamar warga binaan," katanya.
Rusdedy mengatakan, berdasarkan penelusuran pihaknya, barang-barang haram tersebut bisa masuk ke dalam Lapas diduga kuat atas bantuan orang dalam.
"Karena itu tadi saya menegaskan, kalau ada petugas yang main-main, berhadapan langsung dengan Kalapas. Di dalam ada yang bermain teman kita," katanya.
"Kita menargetkan 3 bukan ke depan mulai dari sekarang kita fokus akan pembenahan di internal. Kami sedang berupaya," ucap Rusdedy.
Selain membenahi internal, kata Rusdedy, pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap para warga binaan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi peredaran barang haram seperti ponsel di lapas, adalah dengan cara menggencarkan pendidikan vokasi.
Lapas Garut saat ini diketahui memiliki beragam pendidikan vokasi. Mulai dari bidang keagamaan, seni budaya, hingga industri. Salah satu produk pendidikan vokasi dari Lapas Garut, pembuatan choir shade kini bahkan diekspor hingga luar negeri.
"Selain memberikan pendidikan dan penghasilan bagi warga binaan, karena ada preminya, tujuan dari kita adalah bagaimana caranya warga binaan memiliki kegiatan positif. Supaya hal-hal seperti peredaran HP ini bisa diminimalisir," pungkas Rusdedy.